Sebuah kenyataan bahwa mawar tak selamanya mekar
Ada masa di mana hanya setangkai tanpa bunga di ujungnya
Merasa tak ada keindahan yang melekat pada
Berharap seseorang ‘kan memungut
Tapi tak seorang bodoh pun yang sudi
Ah, betapa kini ia pahami
Lebih baik dibenci dari pada diabaikan
Setangkai merasa tak berguna
Setangkai mengharap ada yang rela menginjaknya
Sekedar untuk menggores luka di sebagiannya
Setangkai hati, kini mengharap luka saat kehampaan melanda
Setangkai bermimpi
Lebih baik sakit dari pada tak dapat merasa
Di luar sana
Sebegitu banyak yang menganggap sakit adalah rasa yang paling menyiksa
Sementara di sini,
Setangkai lebih tersiksa karena tak bisa merasakan apapun
Meski hanya sekedar rasa sakit yang menusuk tulang rusuk
Leave a Reply