Musim hujan datang lagi
seakan tau, ia datang tux aku
aku butuh rintiknya basahiku
aku butuh lebatnya selimutiku
bisingnya t’lah redam tangisku
lebur bersama suara
mungkin aku takut
kalo2 tangisku terdengar jelas
sudah terlalu lama aku pendam
tangisku ku kubur terlalu dalam
karena hujan pula
benih itu tumbuh kembali
bukan tangis kesedihan
hanya ingin menangis
mungkin karena aku rindukan air mata
untuk buktikan aku masih punya hati