Selalu ada harapan

Bangga gk sih jika kita gak pernah gagal..??

Bangga gk sih jika kita gak pernah ngrasain pahitnya hidup..??

Tiap orang pasti punya jawaban, pendapat dan alasan yang berbeda tentang ini.

Tapi buat aku, orang yang gak pernah gagal adalah orang yang gak pernah mlakukan apapun

Juga belumlah seseorang dikatakan hidup kalo belum ngrasain pahitnya kehidupan. Cie… Bisa Ajah.

Kebanyakan orang slalu mempersiapkan diri untuk berhasil/menang, tapi gak siap untuk gagal/kalah. Akhirnya di saat kenyataan mengharuskan dirinya untuk gagal/ belum berhasil, mereka berputus asa, gak tau lagi pa yang harus dikerjakan, mereka diam, mereka berpangku tangan, mereka berhenti berusaha lagi, mereka lupa bahwa mereka adalah orang beriman, mereka lupa bahwa “Sesungguhnya tidak (ada orang) yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali kaum kafir”. (Q.S. Yusuf : 87)

Mungkin Allah memang menghendaki kita menjalani kegagalan terlebih dahulu, bukan untuk membuat kita berputus asa, tapi karena kita memang butuh kegagalan, kegagalan akan menghapus kebiasaan buruk, kegagalan akan menghapuskan kesombongan, sehingga menciptakan sikap yang rendah hati, kegagalan, ujian/cobaan akan menghasilkan mental baja. Kita butuh kegagalan untuk menyempurnakan sikap dan mental kita.

Bukankah kesulitan merupakan hal yang nisbi. Yakni segala sesuatu akan terasa sulit bagi jiwa yang kerdil, tapi bagi jiwa yang besar tidak ada istilah kesulitan besar.

Sementara Allah menciptakan kita begitu sempurna. Kesempurnaan itu harus digunakan untuk meraih sukses. Bagaimanapun keadaan kita saat ini, yakinlah, kita lebih baik dari yang kita duga. Jangan ragu dan jangan putus asa, rahmat Allah akan selalu bisa diharapkan.

Jika harapan melebar

Hidup tak akan menyempit.

Jangan Bohong

Pada kesempatan pertama ini, kita akan bicara bohong (Ups, mbahas tentang bohong maksudnya)

Sudah sejak jaman dulu kala, bohong diartikan dengan gak jujur atau gak sesuai fakta. (standar banget definisinya)

Diantara temen2 apa ada yang suka dibohongi…?? Jk ada angkat tangan…! Bisa dipastikan yang angkat tangan butuh dokter jiwa. Buruan priksain sebelum btambah kronis tuch penyakit. Oke sambil nunggu yang lain sembuh dari sakit jiwanya, kita bahas tentang bohong pelan-pelan.

Kita yang sehat sepakat gak ada yang suka dibohongi, kita selalu berharap apapun yang kita denger adalah hal yang benar dan jujur. Kita sungguh ingin denger yang bener2 saja.

Tapi kenyataannya sekarang bohong udah menjadi hal yang biasa, diakui atau tidak, disadari atau tidak, kita sering dibohongi. Gimana…?? Jengkel gak sich jika hal itu terjadi sama kita..?? jelas jengkel dong… Normal…

Padahal udah jelas banget loch kalo orang bohong itu dosa dan bakal masuk neraka, anak kecil aja tau itu.

“Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju Surga. Sungguh seseorang yang membiasakan jujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemungkaran, sedangkan kemungkaran menjerumuskan ke Neraka. Sungguh orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim ).

Kita emang jengkel, kita benci dan kita merendahkan orang yang punya sifat bohong. Tapi kenyataannya lagi, diakui atau tidak, disadari atau tidak, kita sendiri juga sering bohong. Hayo…. Ngaku ajah. So, masih pantaskah kita menuntut kejujuran orang lain sementara kita sendiri gak jujur…?? Jawabnya Jelas gak pantes and gak adil banget kan?.

Ibda’ binafsik “mulailah dari diri sendiri” pernyataan ini benar adanya. Langkah pertama kita emang harus nuntut kejujuran pada diri kita sendiri dulu.

Mungkin awalnya kita merasa sulit untuk menghilangkan sifat bohong yang sudah melekat terus menerus mendominasi, mengakar dan mendarah daging pada diri kita, tapi yang namanya bohong jangan dibiasakan, kita harus hentikan sekarang juga. Mulai detik ini kita makhluk beriman yang jujur dan berani menerima segala konsekuensinya.

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha dari Nabi Nabi SAW beliau bersabda: “Seorang mukmin dikenali dengan sikap rendah hatinya, kelembutan ucapannya dan kejujuran ucapannya.”

Umar ra. Berkata: “Kejujuran yang membuatku terhina lebih aku sukai dari pada kedustaan yang mengangkat kedudukanku”

Nah, tau kan..?? emang begitulah harusnya orang beriman: “JUJUR”

Bisa kita bayangkan betapa kejujuran bisa bawa kita ke hidup yang lebih baik dan bermuara dalam surga dan ridho Allah.

Sekarang hal yang baik ini jangan cuman dibayangin ajah, kita realisasikan, kita tunjukkan pada Tuhan bahwa setiap KITA adalah PRIBADI YANG JUJUR, KELUARGA KITA adalah KELUARGA JUJUR, TEMAN-TEMAN KITA adalah GOLONGAN ORANG-ORAG JUJUR, BANGSA KITA adalah BANGSA YANG JUJUR dan DUNIA INI DIPENUHI DENGAN ORANG-ORANG JUJUR.

Waduhh.. kayaknya berlebihan nich… tapi gak juga, karena ajaran islam adalah ROHMATALLILALAMIN bukan hanya rohmatallilmuslimin ajah. Dan butuh perjuangan untuk merealisasikan semua ini. Kita mulai dari diri sendiri. Kita mulai dari sekarang. If we don’t move we can’t start.