be U’r Self

Tak seorang pun bisa seperti dirimu

UN Jujur? Mei 3, 2008

Diarsipkan di bawah: Pendidikan, muslim — xsyan @ 5:07 pm
Tags: , ,

Crita bermula dari sms seseorang, nanyain: “apa efek dishonest (ketidakjujuran) dalam UAN?”. Yach… buat anak ingusan macem aku yang gak tau menau tentang sistem Pendidikan Nasional sedikit bingung juga ngejawabnya, jd jawabku sekenanya aja: “yang namanya nggak jujur, bagaimanapun, sesuatu yang diawali dengan ketidakjujuran akan berakhir dengan kesengsaraan, pa lagi ketidakjujuran itu nyangkut Ujian Nasional, bisa-bisa kesengsaraannya jg bakal jd sengsara tingkat nasional.” Hi…. Takut….. Jawaban yang reflek dan tanpa pikir panjang, tapi setelah dipikir-pikir pernyataan itu bisa dipertanggungjawabkan gak ya..? au ah lap.

Dilihat dari sisi siswa: wuich kaya’nya masa depannya bakal ancur kalo gak lulus UN, kalo aku jadi siswa juga gak bisa bayangin jika gak lulus, seakan-akan dunia runtuh kali ya…. “Serem” dan segala macem prasaan gak enak lainnya.

Dilihat dari sisi ortu: gimana nanti omongan tetangga jika punya anak yang gak bisa dibanggain, serasa menjadi ortu yang gak berguna (mungkin… soale aku sendiri jg belum pernah ngrasain jadi ortu, Cuma blagak sok tau aj) & masih banyak prasaan gak enak lainnya.

Dilihat dari sisi guru: image baiknya & profesionalisme-nya sebagai guru dipertaruhkan, jika murid-muridnya banyak yang gak lulus bisa jatuh tuch image yang udah telanjur tinggi (sok tau jg nih aku) & masih banyak lagi prasaan gak enak lainnya.

Dilihat dari sisi lembaga sekolah/madrasah: Jelas bakal dianggap gagal mencapai target jk banyak siswanya yang gak lulus, memalukan and bakal menurun juga target jumlah siswa baru yang akan masuk ntar, karena gak bisa ngeyakinin masyarakat bahwa nih lembaga emang baik buat ngedidik anak-anak mereka. Dan masih banyak prasaan gak enak lainnya (sok tau lg)

Dilihat dari sisi lain: sisi lain? Apa ya…? Ku juga gak tau lembaga apa yang bikin standart nilai kaya’ gitu, meski punya niat baik (meningkatkan kecerdasan bangsa, misalnya), tapi kaya’nya cara seperti itu seakan-akan memaksa pihak-pihak di atas untuk melakukan ketidakjujuran/kecurangan (dengan niat baik juga: meluluskan siswa, misalnya).

Tapi aneh, mana ada dua niat baik yang saling bertentangan?. Pasti ada yang gak beres, (niat baik yang realisasinya keluar dari jalur kebaikan, misalnya)

Dilihat dari sisi Tuhan: Aduh, sampi ke Tuhan segala… ya jelas lah, kita kan gak bisa lepas dari Tuhan. Tapi gimana cara melihat dari sisi Tuhan ya…? Tanyakan pada hati nurani kita, jika gak yakin akan hati sendiri, mungkin hati kita sudah kotor dengan debu-debu dosa, kita balik lagi pada Al-Qur’an dan Hadits sebagai way of life, dari sini kita tau bahwa Allah nggak suka orang-orang yang nggak jujur & curang, dan jika Allah udah nggak suka maka abislah kita, gak ada harapan lagi. Relakah kita mendapat ijazah tapi juga mendapat murka Allah

Relakah kita mendapat pujian manusia tapi juga mandapat laknat Allah

Relakah kita lulus Ujian Nasional tapi tak lulus Ujian Allah

Tanyakan pada hati nurani kita

Alangkah bagusnya ungkapan yang menggambarkan tentang kejujuran, sebagaimana bait berikut: Kejujuran adalah suatu keharusan bagimu

Walupun dirimu terbakar oleh panasnya janji

Carilah olehmu keridhaan al-Maula

Celakalah orang yang membuat murka Allah dan mencari ridho manusia